Perkuat Pendampingan Siswa di Era Digital, Guru BK MTsN 3 Sleman Aktif dalam Workshop MGBK di SMK SMTI Yogyakarta
Sleman (MTsN 3 Sleman) – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari MTs Negeri 3 Sleman turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Bimbingan dan Konseling yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP/MTs. Kegiatan bertajuk “Tenaga Pendidik 4.0: Mendampingi Kesehatan Mental Siswa di Era AI dan Bullying Siber” ini berlangsung pada Rabu (23/09/2026) di Aula SMK SMTI Yogyakarta.
Workshop ini digelar sebagai bentuk respon terhadap tantangan pengasuhan dan pendampingan peserta didik di era digital yang semakin kompleks. Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta meningkatnya risiko cyberbullying di kalangan remaja menuntut para guru BK untuk terus memperbarui pendekatan konseling mereka.
Dalam workshop tersebut, para peserta dibekali materi seputar strategi identifikasi dini gangguan kesehatan mental pada remaja, mitigasi dampak negatif media sosial, hingga pemanfaatan teknologi AI secara bijak dalam layanan konseling.
Perwakilan Guru BK MTsN 3 Sleman menyampaikan bahwa keterlibatan dalam forum ini sangat krusial untuk meningkatkan kompetensi profesional pendidik.
" Keberadaan AI dan interaksi digital yang intensif membawakan dinamika baru, mulai dari isu privasi hingga risi perundungan siber. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan wawasan praktis untuk merancang layanan BK yang lebih responsif dan ramah anak di madrasah," ujar salah satu perwakilan Guru BK MTsN 3 Sleman Wiwin Rahayu,di sela-sela acara.
Pihak penyelenggara MGBK berharap, melalui workshop ini para peserta dapat membawa pulang skema pendampingan yang konkret untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing. Terutama dalam membangun ekosistem sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental siswa.
Keikutsertaan aktif Guru BK MTsN 3 Sleman dalam forum MGBK ini menegaskan komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan psikologis dan karakter peserta didik di era Era 4.0. (wwn)














