Guru BK MTs Negeri 3 Sleman Ikuti Workshop "Dari Love Scam ke Literasi Emosi: Peran Guru dalam Edukasi Sosial Digital"
Sleman (MTs Negeri 3 Sleman) — MTs Negeri 3 Sleman mengutus salah seorang Guru Bimbingan dan Konseling (BK)nya untuk mengikuti workshop bertajuk "Dari Love Scam ke Literasi Emosi: Peran Guru dalam Edukasi Sosial Digital" yang diselenggarakan oleh Yayasan Al Kautsar pada 25 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik dalam menangani isu-isu keamanan digital dan kesehatan emosional siswa di era media sosial.
Workshop yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai sekolah ini menghadirkan narasumber ahli di bidang psikologi remaja, literasi digital, dan praktik pencegahan penipuan online. Materi utama meliputi pengenalan modus-modus "love scam" (penipuan asmara) di platform digital, strategi penguatan literasi emosi pada remaja, serta peran guru sebagai fasilitator edukasi sosial digital di lingkungan sekolah.
Kepala MTs Negeri 3 Sleman, Suwardi, S.S, M.Pd. dalam sambutan singkatnya yang, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kompetensi guru BK. "Perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi siswa, termasuk risiko penipuan dan tekanan emosional. Guru BK perlu dibekali keterampilan untuk mendeteksi tanda-tanda risiko dan memberikan intervensi yang tepat," ujarnya.
Salah satu peserta dari MTs Negeri 3 Sleman, Guru BK Wiwin Rahayu, mengungkapkan manfaat praktis yang diperoleh dari workshop tersebut. "Saya mendapatkan pemahaman lebih jelas mengenai pola komunikasi pelaku love scam dan teknik membantu siswa mengelola emosi ketika mereka menjadi korban atau mengalami tekanan akibat interaksi online. Materi tentang literasi emosi sangat relevan untuk menguatkan program bimbingan di sekolah," kata Wiwin.
Narasumber menekankan pentingnya pendekatan pencegahan yang melibatkan pendidikan karakter, penguatan keterampilan berpikir kritis, serta pembentukan lingkungan sekolah yang aman secara digital.
Kegiatan ini juga menyertakan sesi praktik, simulasi kasus, dan diskusi kelompok untuk merancang rencana intervensi yang bisa diimplementasikan di masing-masing sekolah. Hasil diskusi menunjukkan kebutuhan akan modul ajar yang kontekstual dan mudah digunakan oleh guru BK serta materi yang dapat diadaptasi untuk berbagai jenjang kelas.
MTs Negeri 3 Sleman berencana mengintegrasikan hasil pembelajaran dari workshop ini ke dalam program bimbingan dan konseling sekolah. Langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun modul singkat literasi emosi dan keamanan digital, mengadakan sosialisasi untuk orang tua, serta menggelar kegiatan kelas mengenai safe online behavior.
Penutupan acara diwarnai komitmen bersama para peserta untuk menjadikan literasi emosi dan edukasi sosial digital sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Dengan peningkatan kapasitas guru BK, diharapkan siswa akan lebih siap menghadapi dinamika sosial digital serta mampu melindungi diri dari praktik penipuan seperti love scam. (wwn)














