Berita

Ketangkasan Tim Nagapuspa MTsN 3 Sleman Unjuk Aksi Buat Menara Pandang di Lomba GP Pioneering LT II Ngemplak

Ketangkasan Tim Nagapuspa MTsN 3 Sleman Unjuk Aksi Buat Menara Pandang di Lomba GP Pioneering LT II Ngemplak

Sleman (MTsN 3 Sleman) – Suasana ajang Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwaran) Ngemplak pada Sabtu (3/10/2026) berlangsung semarak. Salah satu cabang lomba yang paling menyedot perhatian adalah Gelar Pesona (GP) Pioneering, tempat para peserta menguji keterampilan, kekuatan, serta keandalan teknik ikatan tali dan tongkat pramuka.

Dalam kompetisi tersebut, regu putri MTs Negeri 3 Sleman yang diwakili oleh Tim Nagapuspa tampil memukau saat menyelesaikan tantangan mendirikan konstruksi menara pandang. Tim ini dipimpin oleh Aina Nur Rizky Rahmadani (kelas 9B) sebagai ketua regu, dengan anggota Dzakiya Atiqa Sakhi (8A), Machika Avisa Wulandari (8B), Azaliya Mufida Shakila (8B), Vensa Aisyah Nur Rahman (8C), Yunes Dais Manora (8C), Alika Jauzaa Afraa Widiyanta (8D), dan Dyah Ayu Istiqomah (8D).

Sejak perlombaan dimulai, Tim Nagapuspa langsung bergerak cepat dan terbagi dalam pembagian tugas yang presisi. Mereka merangkai puluhan tongkat kayu menggunakan simpul dan ikatan dasar pioneering seperti ikatan pangkal, silang, dan canggah. Ketepatan teknik, kekencangan ikatan, serta simetri bangunan menjadi fokus utama agar menara pandang dapat berdiri kokoh, stabil, dan aman sesuai standar teknis kepramukaan.

Kerja sama tim yang solid serta ritme kerja yang tenang namun efektif terpancar sepanjang proses pembuatan menara pandang tersebut. Lewat aksi dan ketrampilan teknis yang ditunjukkan di lapangan, Tim Nagapuspa MTsN 3 Sleman berhasil menuntaskan pembuatan menara pandang dengan sangat baik hingga akhirnya dinobatkan sebagai regu prestasi tertinggi putri di akhir gelaran LT II Kwaran Ngemplak.

Pembina Pramuka MTsN 3 Sleman, Nurhuda Riyanto, memberikan tanggapan dan apresiasi khusus terhadap performa teknik pioneering Tim Nagapuspa di lapangan.
"Kunci utama dalam pembuatan menara pandang ini ada pada kekuatan simpul, kerapian ikatan, dan komunikasi antaranggota. Saya melihat tim Nagapuspa sangat menguasai teknik dasar pioneering. Mereka tidak sekadar mengejar kecepatan, tetapi sangat memperhatikan kekokohan serta kepresisian struktur bangunan menara. Ketelitian dan kerja sama inilah yang membuat hasil rancangan mereka begitu solid di lapangan," jelas.Nurhuda Riyanto. (Kha)


Tanggapan

Artikel Lainnya