Dzaki Fakhrian Alfarezel dan Safiyya Ramaikan Lomba Pidato Bahasa Inggris di Pekan Kompetisi Madrasah Kabupaten Sleman
Sleman (MTsN 3 Sleman) – Semangat dan keberanian ditunjukkan oleh dua siswa MTsN 3 Sleman, Dzaki Fakhrian Alfarezel dan Safiyya, dalam ajang Lomba Pidato Bahasa Inggris Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di MTs Assalafiyyah Mlangi, Rabu (23/09/2026).
Kompetisi pidato Bahasa Inggris ini diikuti oleh perwakilan madrasah tingkat MTs se-Kabupaten Sleman, baik negeri maupun swasta. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, keberanian berbicara di depan publik, serta kreativitas dalam menyampaikan gagasan.
Dalam kompetisi tersebut, Dzaki mendapatkan nomor urut 20, sementara Safiyya memperoleh nomor urut 15. Keduanya tampil dengan membawa persiapan yang telah dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Meski rasa grogi terlihat jelas sebelum dan saat menunggu giliran tampil, semangat keduanya untuk memberikan penampilan terbaik tetap terpancar.
Didampingi oleh Ayu Sinta selaku guru pembimbing, Dzaki dan Safiyya mendapatkan dukungan serta motivasi sejak persiapan hingga pelaksanaan lomba. Kehadiran guru pembimbing menjadi penyemangat tersendiri bagi keduanya untuk tetap percaya diri dan menikmati proses kompetisi.
“Selama kurang lebih dua minggu, Dzaki dan Safiyya sudah berusaha mempersiapkan materi, berlatih, dan memperbaiki penampilan mereka. Rasa grogi itu wajar, apalagi harus tampil di hadapan juri dan peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Sleman. Yang terpenting, mereka berani melangkah dan memberikan yang terbaik. Semoga proses dan usaha yang sudah mereka lakukan menjadi pengalaman berharga dan membuahkan hasil yang baik.” ungkap Ayu Sinta.
Lebih dari sekadar mengejar hasil, keikutsertaan Dzaki dan Safiyya menjadi bagian dari proses belajar untuk membangun kepercayaan diri, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan mental berkompetisi. Setiap latihan, rasa gugup, hingga keberanian untuk berdiri di depan juri menjadi pengalaman yang tidak ternilai.(sin)













