Berita

Semangat Gotong Royong, Warga MTsN 3 Sleman Bersihkan Lingkungan Sambut Penilaian Adiwiyata

Semangat Gotong Royong, Warga MTsN 3 Sleman Bersihkan Lingkungan Sambut Penilaian Adiwiyata

Sleman (MTsN 3 Sleman) – Menjelang pelaksanaan penilaian Adiwiyata, seluruh warga MTsN 3 Sleman melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama pada Rabu pagi (16/9). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan partisipasi seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan ramah lingkungan.

Tidak sekadar mempersiapkan lingkungan secara fisik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Para siswa turut mengambil peran dalam membersihkan lingkungan, merapikan area kelas, merawat tanaman, serta memastikan lingkungan madrasah tampak tertata dan nyaman.

Kepala MTsN 3 Sleman, Suwardi, S.S, M.Pd menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh warga madrasah yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persiapan Adiwiyata tidak semestinya hanya berorientasi pada penilaian, tetapi harus menjadi momentum untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. “Kerja bakti ini bukan semata-mata untuk menyambut penilaian Adiwiyata. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh warga madrasah memiliki kesadaran bahwa kebersihan, kerapian, dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga semangat gotong royong ini terus menjadi budaya di MTsN 3 Sleman,” ungkapnya.

Suasana kerja bakti berlangsung penuh semangat. Siswa dan guru terlihat berbaur mengerjakan tugas masing-masing. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat nilai gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama yang menjadi bagian penting dalam membangun karakter warga madrasah.

Kerja bakti ini juga menjadi bentuk kesiapan MTsN 3 Sleman dalam mengikuti penilaian Adiwiyata yang dilaksanakan pada hari yang sama. Seluruh warga madrasah berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan, tidak hanya ketika menghadapi penilaian, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. (hil)


Tanggapan

Artikel Lainnya