Berita

Ramadan, Saatnya Menilai Diri; Pesan Reflektif KURASI ke-12 MTsN 3 Sleman

Ramadan, Saatnya Menilai Diri; Pesan Reflektif KURASI ke-12 MTsN 3 Sleman

Sleman (MTsN 3 Sleman) - Pagi itu halaman MTsN 3 Sleman kembali menjadi ruang belajar yang berbeda. Setelah salat Dhuha, para siswa berkumpul mengikuti kegiatan KURASI (Kultum Ramadhan Siswa). Sebuah agenda yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pesan kebaikan selama bulan suci.

Pada Rabu (11/3/2026), giliran Nizam Riza Muhammad dari kelas 8B yang berdiri di hadapan teman-temannya. Dengan suara yang mantap, ia mengangkat tema “Ramadan: Bulan Evaluasi Diri.” Tema yang sederhana, namun sarat makna bagi setiap muslim yang menjalani ibadah puasa.
Dalam penyampaiannya, Nizam mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci ini adalah waktu terbaik untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam diri, dan menilai kembali perjalanan hidup yang telah dilalui.

“Ramadan adalah momen untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah kita sudah menjadi anak yang lebih baik bagi orang tua, murid yang lebih disiplin bagi guru, dan teman yang lebih baik bagi sesama,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia juga mengajak teman-temannya agar menjadikan Ramadan sebagai titik perubahan. Menurutnya, jika seseorang mampu memperbaiki kebiasaan buruk dan menumbuhkan akhlak yang lebih baik selama Ramadan, maka di situlah letak keberhasilan ibadah yang dijalani.

Bagi Nizam sendiri, kesempatan menjadi petugas KURASI merupakan pengalaman yang berkesan. Ia berharap pesan tentang evaluasi diri yang ia sampaikan dapat menjadi pengingat, tidak hanya bagi teman-temannya, tetapi juga bagi dirinya sendiri.

Kepala MTsN 3 Sleman, Suwardi, S.S, M.Pd menyambut baik pesan reflektif yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. “Ramadan adalah madrasah kehidupan. Melalui kegiatan seperti KURASI, para siswa belajar menyampaikan pesan kebaikan sekaligus menghayatinya. Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan tidak berhenti di mimbar kultum saja, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku sehari-hari,” ungkapnya. (hil)


Tanggapan

Artikel Lainnya