Ketua Komite MTsN 3 Sleman: Pengajian Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Momentum Muhasabah
Sleman (MTsN 3 Sleman) - Bertempat di halaman madrasah, MTsN 3 Sleman menggelar peringatan Isra Mikraj sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H pada Jumat (13/02/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, komite serta tamu undangan. Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan Bahasa Jawa, Ketua Komite MTsN 3 Sleman, Drs. H. Suharto, menekankan bahwa esensi sejati dari sebuah pengajian adalah perubahan perilaku menjadi lebih baik. Ia menyoroti fenomena sosial di mana pengajian seringkali hanya dianggap sebagai ajang mencari hiburan semata.
"Sangat disayangkan kenyataan banyak orang yang setelah pengajian tidak menjadikannya sebagai muhasabah, melainkan hanya menikmati pertunjukan kelucuan dan keseruan dari penceramah. Maka, saya berharap anak-anak nanti dapat memetik muhasabah dari pengajian yang akan disimak," ujar Suharto di hadapan ratusan siswa.
Menjelang Ramadan 1447 H yang tinggal menghitung hari, H. Suharto mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk mempersiapkan amalan terbaik. Ia berharap kualitas ibadah tahun ini harus lebih meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama setelah mendapatkan siraman rohani dalam acara tersebut.
Beliau juga memberikan peringatan keras mengenai stagnasi spiritual. Menurutnya, jika seseorang tidak kunjung berubah menjadi lebih baik setelah menimba ilmu agama, maka perlu ada kewaspadaan terhadap kondisi batin masing-masing.
Lebih lanjut, Suharto memaparkan beberapa faktor yang dapat menghambat perubahan positif pada diri manusia, di antaranya banyaknya tumpukan dosa yang belum ditaubati atau kondisi hati yang tertutup (khatamul qulub), lemahnya iman dalam menghadapi tantangan zaman atau terjangkit penyakit Wahn, yakni rasa cinta dunia yang berlebihan dan takut akan kematian bahkan karena godaan syaitan yang terus membayangi setiap langkah manusia.
Menutup sambutannya, Ketua Komite berharap agar peringatan Isra Mikraj ini tidak hanya menjadi rutinitas kalender sekolah, melainkan menjadi titik balik bagi siswa MTsN 3 Sleman untuk menjadi pribadi yang lebih berakhlakul karimah. (ind)













