Berita

Merawat Ghirah, Menyulam Inovasi: MGMP Bahasa Arab MTs Kab. Sleman Perkuat Aksi

Merawat Ghirah, Menyulam Inovasi: MGMP Bahasa Arab MTs Kab. Sleman Perkuat Aksi

Sleman (MTsN 3 Sleman) - Semangat kolaborasi dan penguatan kompetensi guru kembali mengalir dalam pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab MTs se-Kabupaten Sleman yang digelar pada Selasa (10/2) di MTsN 8 Sleman. Forum ini menjadi ruang temu strategis bagi para pendidik Bahasa Arab untuk berbagi gagasan, menyelaraskan langkah, serta merawat semangat pembelajaran yang adaptif dan bermakna.

Ketua MGMP Bahasa Arab MTs Kabupaten Sleman, M. Nasir Pambudi, S.Pd I dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum MGMP sebagai ruang tumbuh bersama para guru. “MGMP bukan sekadar forum rutin, tetapi wadah untuk saling menguatkan, berbagi praktik baik, dan menjaga ghirah guru Bahasa Arab agar terus kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sesi inti diisi oleh Bapak Takmirul Masajid, S. Ag, M.Pd. selaku pengisi materi yang mengupas secara mendalam tentang inovasi pembelajaran Bahasa Arab. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keberanian guru untuk keluar dari pola konvensional dan menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup serta bermakna bagi siswa. “Inovasi pembelajaran Bahasa Arab harus berpijak pada kebutuhan siswa. Guru perlu menghadirkan bahasa sebagai alat komunikasi yang dekat dengan kehidupan mereka, bukan sekadar hafalan kaidah,” jelasnya.

Ia juga mendorong guru untuk memanfaatkan media kreatif, pendekatan komunikatif, serta pembelajaran berbasis aktivitas agar Bahasa Arab terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Salah satu perwakilan guru Bahasa Arab MTsN 3 Sleman, Yahya, S.Ag yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MGMP. "Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya mendapatkan penguatan materi, tetapi juga inspirasi baru untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih variatif dan kontekstual di kelas,” tuturnya.

Melalui pertemuan MGMP ini, para guru diharapkan kembali ke madrasah masing-masing dengan semangat yang diperbarui dan gagasan yang lebih segar. Dari ruang diskusi MGMP, inovasi disemai—untuk kemudian tumbuh menjadi praktik pembelajaran Bahasa Arab yang hidup, komunikatif, dan berdaya guna bagi generasi madrasah. (hil)


Tanggapan

Artikel Lainnya